Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

X-ray Technician

Work as an x ray technician I think is one of the best career for your future in line with view of people are getting more conscious on health awareness and imaging procedure is deem to be necessary if we need to diagnosis certain kind of sickness. x-ray technician work in a radiology room within a medical clinic or hospital.

So if you are a person are interested in this career you have to complete some sort of Xray Technician School.

Is God Help You?

Sometimes the time we have problems we asking when God help comes even though we feel God didn’t want to help us! But it’s that true?

I have a story about a man who believes that God will help him in every situation. Someday heavy rain made a village where he live was flood, this man standing there and pray asked God to save him. The time high water reaches his knee, his friends asked him to leave the house and go to the high place but he refuse and said “don’t worries about me, God will help me!” Rain not stopped even progressively heavily, then rescuer come with a rubber boat to evacuate him the time water reached his chest, but he refused again and told “don’t worry, God will help me!” finally his house was sink by the flood, the man went to the roof and still refused to get help from rescuer who cames with a helicopter to save him and his answer “don’t worry, God will help me!”. Finally the water sinks him and he couldn’t swim then he died!

In the heaven he protests to God “why You didn’t save me from the flood while I didn’t stop to pry asking for your help?” and God replied “I come three times to save you! First I cames with your friends to evacuate you, second I sent you a rubber boat and third I sent you a helicopter! Three times I saved you but three times you refused my help!

The moral story of this; God come and come to help us, to serve us but sometimes or even mostly we didn’t realize because God do with His ways not with our ways!

Success Story

Every body tells about success, every body wants their life success but is every body knows what is success mean? Is success always identical with having more money or what?

Success has many factors. Of course money is a part of success but still many other factors and criteria until we can ‘declare’ as a success person.
If we have a lot of money but to get the money we have to change almost all our time to work and only have tight time for our family, for our activities even for our self to enjoying the money what we get, I think we cannot percept that we are such a success person.

It is nice if we always have enough money to support our life and we have enough time for our kids, for the people who loved, we always happy, healthy, can smile to every one, can traveling with the whole family.

Shortly, I think success it’s mean we can enjoy our money and our life without having depressed with work awaiting behind.

Global Warming

Recently, peoples afraid about global warning which has made increase the average temperature on the Earths. The reason of global warming is still controversy until now.

Debate concerning causes of increased global average air temperature since the mid-1800s, whether this warming trend is unprecedented or within normal climatic variations, predictions of additional warming, what the consequences are, and what actions should be taken. Individuals, corporations, and political organizations are involved, so the debate is vigorous in the popular media and on a policy level. The controversy focuses on the warming after World War II.
But I think we all agree that the burning of fossil fuels and industrial pollutants and un control forest depilatory has a big contribution to this thing.

Mengeluh

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"

"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue"

"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda.
Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkinluput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplahmata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."

Courtesy:IdaKrishnashow

Malaikat Jibril As, Kerbau, Kelelawar dan Cacing

Suatu hari Allah Swt memerintahkan Malaikat Jibri As untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah Swt sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril As pun segera pergi menemui si kerbau.

Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril As mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, “Hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah Swt sebagai seekor kerbau”.

Si kerbau menjawab, “Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah Swt yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, daripada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri”.

Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril As segera pergi menemui seekor kelelawar.

Malaikat Jibril As mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, ”Hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah Swt sebagai seekor kelelawar?”.

“Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah Swt yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar daripada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya”, jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril As segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

Malaikat Jibril As bertanya kepada si cacing, “Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah Swt sebagai seekor cacing?”.

Si cacing menjawab, ”Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah Swt yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, daripada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal saleh, ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya”. Na’udzubillah.

Tulisan menarik diatas didapat dari e-mail berantai yang dikirim seorang teman, disitu tertulis nama yang mungkin penulisnya, yaitu: A. Pangestu. Kepada beliau apabila kemudian membaca tulisannya disini, saya mohon izinnya dan tidak berkerberatan. Saya fikir insya Allah akan banyak orang yang dapat mengambil manfaat..

Rahasia dibalik Adzan



Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU yang dirahmatiALLAH SWT, Mengapa lidah kelu disaat kematian? tetapi kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati.

Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal) tidakdapat berkata apa- apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:
"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jikatidak Alloh akan kelukan lidahnyaketika maut menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kitadisarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.

Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormatiazan. Banyak fadhilatnya.

Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegakdan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Alloh akan kelukan lidahnya ketika nazak.

Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah.." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Alloh dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka.
Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Alloh supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

"Ya Alloh! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a'lamin.."

Dari e-mail seorang teman, bila anda penulisnya, mudah2an anda memberi izin tulisan ini dimuat disini agar banyak orang yang dapat mengambil manfaat.